Setiap ibadah pasti mempunyai keistimewaan sendiri. Dimensi keistimewaan ibadah haji sangatlah beragam. Ujian dan tempaan saat melaksanakan haji, bisa jadi keistimewaan tersendiri di mata banyak orang. Yang jelas, sejak Allah SWT belum mewajibkan umat Islam menjalankan ibadah haji, orang-orang jaman dahulu sudah melaksanakan ibadah haji ini. Sungguh aku baru menyadari, betapa istimewanya haji ini sejak jaman dulu.
Surat al-Fill dalam Al-Qur’an bisa mengingatkan kita tentang kisah Raja Abrahah dari San’a (Yaman) dan tentara gajahnya yang menyerbu ke Mekkah hendak menghancurkan Ka’bah. Tujuan Raja Abrahah adalah ia tidak menginginkan orang-orang menunaikan ibadah haji di Mekkah, ia ingin orang-orang berhaji di sebuah bangunan di sebelah istanannya. Kisah ini menyimpulkan bahwa haji telah jauh dilakukan sebelum Nabi Muhammad SAW lahir.
Oleh karena itu, ibadah haji mendapat tempat yang istimewa dalam Islam. Orang yang melakukan ibadah haji adalah tamu Allah. Istimewanya sebagai tamu, kita dipersilahkan meminta apa saja dengan berdoa kepada Allah. Tamu Allah ini akan mendapatkan jamuan berupa rahmat, berkah dan magfirahNya. Sabda Rasulullah SAW, ”Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadaNya, pastilah dikabulkanNya dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuniNya.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).
Kalau sholat adalah penghapus dosa dari waktu ke waktu shalat, puasa Ramadhan menghapus dosa selama setahun. Maka ibadah haji menggugurkan dosa manusia sejak ia lahir hingga menjalankan haji. Seperti seorang bayi dilahirkan ibunya. Suci tanpa noda dosa. Sabda Nabi SAW, ”Di antara berbagai jenis dosa, ada dosa yang tidak akan tertebus kecuali dengan wukuf di Arafah.” (HR Ja’far bin Muhammad). Juga sabda lainnya, yaitu: ”Dari umroh ke umroh merupakan kifarat dosa dan noda diantaranya.” (HR Bukhari dan Muslim).
Istimewa lainnya, biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan ibadah haji merupakan biaya infaq fi sabilillah. Ada dua pahala yang kita dapat yaitu pahala ibadah haji itu sendiri dan juga pahala bersedekah. Rasulullah SAW bersabda; ”Mengeluarkan biaya untuk keperluan haji, sama dengan mengeluarkan infaq untuk perang fii sabilillah, satu dirham bernilai menjadi 700 kali lipat.” (HR Ahmad). Ah, aku baru mengetahui hal ini!
Keistimewaan yang paling terkenal adalah mendapatkan surga bagi haji yang mabrur. Ketika aku akan berangkat haji, seringkali sanak keluarga, tetangga, teman dan sebagainya mengatakan; ”Semoga menjadi haji yang mabrur!” Pendek saja dan saat itu aku bertanya dalam hati, seperti apakah haji mabrur itu. Rasulullah SAW bersabda, ”Haji yang mabrur itu tiada balasannya yang tepat kecuali surga.” (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, ”Haji yang mabrur lebih utama daripada dunia dan segala isinya. Dan haji mabrur itu tidak ada balasannya kecuali langsung masuk surga.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Jadi, betapa istimewawnya ibadah haji ini. Orang yang menjalankannya bakal mendapatkan keutamaan dunia dan juga segala isinya serta mendapatkan surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar